Sigar & Api

Wednesday, 30 May 2012

Memaknakan Kembali Kata.

"KAWAN"

Kadang-kadang, yang aku takutkan bila berkawan ialah bila aku letak percaya yang terlalu, dan ikat hati aku dengan manusia-manusia ini, ketika itulah percaya aku diremuk, dan hati aku dijerut. Sakitnya, demi Tuhan yang aku sekarang ini semakin abaikan, tak tertanggung.

Sebab mereka ini istimewa. Maka bila dilakukan aku sebegitu rupa, aku jadi takut. Pengalaman dulu-dulu tentang manusia-manusia yang sama tapi beza, yang mulanya kian rengsa kembali memekar semula. Mekarnya bikin pedih. Dicucuk oleh duri yang melingkari. Diracun oleh harum yang menipu. Dibutakan oleh cantik yang jelik. Setiapnya kasi aku rasa yang aku sungguh-sungguh tak suka, kerana pengalaman ajarkan aku bahwa tidak ada yang molek tentang manusia-manusia ini. Semuanya menipu. Semuanya sementara. Tidak ada yang benar-benar mahu menjalinkan persaudaraan atas dasar persaudaraan itu sendiri. 

Makanya, tatkala percaya aku diremuk, dan hati aku dijerut oleh manusia-manusia istimewa ini, aku seakannya takut dan mahu mengamuk. Amukku, bodohnya, adalah dalam diam. Tidak ada yang tahu, tapi akan ada yang rasakan. Aku memang jenisnya tidak suka cerita depandepan, tapi tidak juga akan cerita belakangbelakang. Aku simpan. Aku pendam. Aku jerukkan. Sampai nanti jadi busuk, jadi gelembung, dan pop! Aku pecah. Sekali lagi, pecahku, aku seorang saja yang akan tahu, tapi akan ada yang rasakan.

Maka ketika itu, setiap ketawa, setiap perkongsian, setiap apa pun yang pernah dilakukan bersama, aku abaikan dan aku matikan. Kemudian baliklah aku titik pertama. Menjadi sendiri, semula. Tidak apa, aku habiskan masa-masa aku membesar juga sendiri. Jika itu takdirku, maka akan aku terima. 

Dengan pahitnya.

RAHMAT.

Labels: