Sigar & Api

Sunday, 13 May 2012

Sudah Ku-tabrak.

Bila berdepan dengan memori yang menyakitkan, kita diberikan dua pilihan, tabrak atau jadi tunggul. Kedua-duanya akan berikan kita kesakitan, cuma yang beza adalah gradien tempohnya. Tabrak, dan sakitnya bukan kepalang, tapi sementara. Lama-lama nanti, sakit itu akan sirna, dan kesakitan itu akan jadi penguat kita. Jadi tunggul, dan sakitnya juga sama -- bukan kepalang rasanya. Namun, kesakitan itu akan tetap dirasakan, sampai bila-bila. Dan akan hanya berhenti, tatkala kita pilih untuk sedar, dan tabrak kesakitan itu. 

Celakanya adalah, kadang-kadang kita terlalu ego. Kita pilih untuk tipu diri sendiri, sehingga kita sendiri percaya atas penipuan itu. Kita percaya bahwasanya, kita sudah tabrak kesakitan itu, dan sedang mengecap kenikmatan. Tunggu hingga kesakitan itu datang kembali, dan saat itu kita akan sedar, betapa kita sebenarnya sedang bertindak bodoh. 

Bodoh itulah yang akan jadi kesakitan kita yang baru. Tanpa meninggalkan kesakitan yang lama itu. Selamat rasakan, kesakitanception. Lol. Dengan perkataan bukan kepalang tidak lagi cukup untuk gambarkan gradien kesakitan itu. 

Labels: